HARI WARSITO Cahaya Photo Studio
GUNUNG TAMBORA MENYAPA DUNIA
Jumat, 15 Agustus 2014
Kamis, 06 Maret 2014
Makalah Gunung Berapi
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,Inayah,Taufik dan
Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca dalam administrasi pendidikan.
Harapan saya
semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah
ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini
saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
………………………………………………………………………………. i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………. ii
BAB I
1. Pendahuluan ………….…………………………………………………………..………………….. 1
BAB II PEMBAHASAN
1.
Gunung
Meletus …………………………………………………………………………………….. 2
2.
Bentuk Dan Tipe
Letusan Gunung Berapi …………………………………………………. 2
3.
Penyebab Letusan Pada Gunung
Berapi …………………………………………………… 10
4.
Tanda – Tanda Gunung Akan
Meletus ……………………………………………………… 11
5.
Tingkat Isyarat
Gunung Berapi Di Indonesia …………………………………………… 11
6.
Persiapan
Menghadapi Letusan Gunung Berapi ……………………………………….. 13
7.
Akibat Gunung
Meletus ………………………………………………………………………….. 14
8.
Dampak Positif
Dan Negativ Akibat Gunung Meletus …………………………….... 16
BAB III PENUTUP
1.
Kesimpulan
…………………………………………………………………………………….. 17
BAB IV
1.
Daftar Pusaka ……………………………………………………………………….………… 18
|
BAB I
PENDAHULUAN
Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah
istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem
saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang
memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan
bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material
yang dikeluarkan pada saat meletus.
Lebih
lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud
volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di
daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api
lumpur dapat kita lihat di daerah kuwu, grobogan, jawa
tengah yang populer sebagai bleduk kuwu.
Gunung
berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi
yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum
akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu
istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh
itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi
itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
|
BAB I PEMBAHASAN
1.
Gunung Meletus
Gunung
meletus, terjadi akibat endapan magma
di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Dari
letusan-letusan seperti inilah gunung berapi terbentuk. Letusannya yang membawa
abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang
lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa
menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan kilometer
jauhnya dan bahkan bias mempengaruhi putaran iklim di bumi ini.
Magma adalah
cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat
tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar
dari dalam bumi disebut .lava Suhu lava yang
dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa
batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan
lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Tidak semua
gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung
berapi aktif.
2.
Bentuk dan Tipe Letusan Gunung Berapi
ü Tipe Gunung Api Berdasarkan bahan lepas yang dihasilkan
|
a.
Tipe Hawaii : Tipe ini akan membentuk gunung api tameng yang dibangun oleh leleran lava yang keluar
dari beberapa retakan dan memencar membentuk suatu jalur celah yang cukup besar
contoh : mauna Loa di Hawaii.
b.
Tipe Iceland : Dicirikan dengan lavanya yang keluar
dari kawah utama dan mempunyai skala yang lebih kecil dari tipe Hawaii. contoh : Izu peninsula (Iceland),Hakone (jepang), dan
fase pertama gunung Tambora (Sumbawa)
Gunungapi
piroklastik,merupakan gunungapi yang dibentuk oleh bahan lepas gunung api piroklastik. Contoh gunung Lamongan,Gunung Tambora (Sumbawa)
Gunungapi gas
yaitu gunungapi yang terjadi karena kegiatan magmatik umumnya membentuk mar
yaitu suatu lekukan yang disebabkan oleh letusan tunggal yang bersifat
meledak,dikelilingi oleh kawah berbentuk cincin dan umumnya terisi air.contoh :
kaki uatar pegunungan tengger (jawa timur), Iwo Jima (Jepang).
ü Bentuk-bentuk Gunung api
Bentuk kerucut,
umumnya dijumpai pada gunung api berlapis. Bentuk kerucut ini dapat dibangun oleh bahan lepas
gunung api. Onggokan batu apung akan membentuk kerucut batu apung.
Bentuk kubah, biasanya dijumpai pada gunung api lava. Kubah lava merupakan bentukan dari leleran lava kental
yang keluar melalui celah dan dibatasi oleh sisi curam di sekelilingnya. Bentuk-bentuk kubah sangat dipengaruhi oleh viskositas
lava.Contoh : disepanjang sesar lampung
Bentuk maar yaitu pada gunung api gas.
|
Bentuk barangko (barronco), yaitu alur-alur pada tubuh
gunung api yang kasar dan tak teratur yang disebabkan oleh erosi dan sesar. Cinder Cones, merupakan tipe
gunungapi yang sederhana yang terbentuk oleh partikel dan lava yang dikeluarkan
oleh vent tunggal. Karena tekanan gas, lava tersembur keras ke udara dan pecah
menjadi fragmen kecil yang padat sehingga jatuh sebagai cinder di sekitar vent
yang kemudian membentuk melingkar atau cone yang oval. Sebagian cinder cone
mempunyai kawah berbentuk mangkok dan jarang muncul lebih dari seratus kaki
atau di bawah lingkungannya, cinder core ini kebanyakan terdapat di Amerika
Utara bagian barat sebagai bagian dari terrain vulkanik dunia.
|
Shield Volcano,
merupakan tipe gunung api yang terbentuk kebanyakan dari aliran lava cair,
aliran setelah tertuang ke segala arah dari vent pusat atau kumpulan vent, yang
meluas, menumpahkan vent dari daratan, domical shape, dengan profil dengan tameng prajurit. Aliran tersebut terbentuk secara perlahan dengan akresi ribuan lava
cair yang disebut lava basalt, yang melebar seiring bertambahnya jarak. lava juga biasanya bererupsi dari vent selama retakan
yang berkembang di pinggir cone.
Lava Domes,
tipe ini terbentuk relative kecil, berbentuk seperti umbi lava, konsekuensinya,
timbunan lava yang berasal dari sekitar vent. Sebuah dome (kubah) tumbuh besar dengan ekspansi dari
dalam. ketika tumbuh, permukaan luarnya dingin dan keras, kemudian hancur, menumpahkan fragmen di sisi-sisinya. Beberapa dome berbentuk tonjolan karang atau
spine yang bentuk lainnya pendek, aliran lava bersisisan (steep side). Volcanic dome biasanya berada dalam kawah atau pada
sisi composite volcano.
ü Struktur Gunungapi
a. Main Vent
Merupakan
tempat yang diterobos oleh batuan cair dari magma chamber ke permukaan. Ini seperti pipa dimana lava dapat mengalir. Terkadang main vent memiliki cabang, jika mereka
mencapai permukaan dari bentukan secondary cone atau fumarole. Ketika gunung api meletus, lava, gas, dan fragmen batuan menuju ke
main vent dan bergerak keluar melalui crater. Ketika letusan berhenti, lava dapat turun kembali ke pipa atau membentuk danau
lava di dalam crater.
|
b. Lava Flow
Aliran lava
merupakan letusan yang berupa molten rock di bawah permukaan bumi yang keluar
dari vulkanik vent (magma). Lava berwarna merah panas saat keluar dari vent, tetapi secara cepat berubah menjadi warna merah gelap.
Abu-abu, hitam atau warna yang lain berdasarkan pengaruh proses yang
dialaminya. Lava yang sangat panas mengandung gas yang terdiri
dari besi dan magnesium berupa cairan, yang mengalir seperti tar panas. sedangkan yang agak dingin, mengandung silicon, sodium
dan potassium yang berupa cairan dan mengalir seperti madu yang kental.
ü Struktur gunungapi
a.
Strata lava dan Abu
Strata lava dan abu merupakan lapisan yang terbentuk
pada gunung api ketika lava dan abu dari gunung api aktif terlempar keluar. Abu
berisikan fragmen kecil batuan, beberapa sama baiknya dengan partikel debu
kecil, bongkahan lainnya dapat lebih besar dari kepalan tangan. Abu gunung api
biasanya keluar dari gunung berapi sebelum lava. Abu
yang mengendap ke bawah dan membentuk kumpulan di pinggir yang curam.
b.
Secondary Cone
Merupakan
kerucut yang baru terbentuk pada gunung api, ketika saluran utama membentuk cabang. Lapisan batuan dan abu yang membentuk gunung berapi sering retak dan
terlemahkan oleh ledakan yang terjadi selama letusan gunung berapi, jika retakan ini membentuk garis/jalur dari main vent
ke permukaan, magma mampu bergerak ke saluran baru dan mencapai
permukaan. Karena letusan, abu dan lava menyebar ke udara seperti
air mancur
c.
Magma chamber
|
d.
Fumarole
Fumarole
merupakan retak pada terusan permukaan dimana uap panas dan gas dapat keluar. Magma di bawah permukaan memanaskan air sampai titik
dimana air berubah menjadi uap panas dan mampu melarutkan mineral dari batuan
di sekitarnya. Ketika gas mencapai permukaan maka gas tersebut panas dan
bertekanan rendah. Gas ini mendingin dan mngembang, mengendapkan mineral yang terlarut di sekitar saluran.
e.
Crater
Crater gunung api merupakan struktur amblesan yang terjadi di
permukaan gunungapi karena kegiatan gunungapi biasanya membuat lubang di bagian
atas saluran. Kawah dibentuk dari lava, gas, dan debu yang meledak kearah arus dari main vent. material jatuh kembali ke bumi di sekitar saluran dan secara
perlahan menumpuk membentuk rim di sekitarnya. Di dalam kawah selalu tetap bersih disebabkan adanya
gaya gerakan ke atas material yang secara konstan memindahan runtuhan yang
jatuh.
ü Letusan Gunung api
Tipe-tipe letusan Gunung api
|
Tipe VesuvianTipe letusan vesuvian disesuaikan dengan
letusan gunung Vesuvius di Italia pada tahun 79 Bc, abu seta gas pada kuantitas
yang sangat besar keluar pada saat letusan kemudian terdapat awan yang
berbentuk kembang kol melambung tinggi diatas gunungapi tersebut.
ü Letusan gunung vesuvius
Tipe Peelean
Di erupsi
Pelean atau awan terang seperti yang terjadi di letusan Gunung Mayon Philipina
1968, material yang sangat besar dan banyak gas seperti debu, abu, gas dan
fragmen-fragmen lava keluar dari tengah kawah, jatuh ke bawah, membentuk
seperti lidah. Massa yang sangat besar dan bercahaya yang meluncur menuruni
kemiringan dengan kecepatan yang sebanding dengan 100 mil per jam. Erupsi
semacam itu akan menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan akan menyebabkan
kematian pada populasi area tersebut seperti di St Pierre tahun 1902 saat
terjadi letusan Gunung Peele
Ø Letusan gunung peele
Tipe Erupsi hawaii
Erupsi tipe Hawaii dapat
terjadi sepanjang celah dan retakan yang merupakan vent yang linier, seperti
pada letusan gunung Mauna di Hawaii 1950,Atau letusan dapat terjadi di tengah
vent.Di erupsi tipe celah, lava cair menyembur dari celah di zona rift
gunungapi dan membentuk aliran lava yang menuruni lereng. Sedangkan erupsi di
veent sentral membentuk suatu semburan lava yang membumbung sampai beberapa
ratus kaki.
Tipe erupsi Phreatik
|
Ø Gunung api Taal
Tipe Erupsi Plinian
Erupsi yang
paling kuat adalah tipe plinian.Tipe ini ditandai dengan ledakan lava
kental.Contoh erupsi Plinian yang paling besar seperti pada 18 mei 1980 di
Gunung St. Helens atau tahun 1991 di Pinatubo PHilipina.letusan tersebut
membawa abu dan gas sejauh 10 mil ke udara, aliran piroklastik yang sangat
cepat dan mematikan juga merupakan ciri letusan dari erupsi plinian.
Tipe – tipe
letusan Gunungapi menurut Escher, berdasarkan tekanan gas, derajat kecairan
magma dan kedalaman dapur magma :
1. Tipe Hawaii, ciri-cirinya : lava cair, dapur magma
yang dangkal, tekanan gas rendah. Contoh : gunungapi perisai di Hawaii, yaitu
Kilaueaa dan Maunaloa
2. Tipe stromboli, ciri-cirinya : lava cair, dapur magma
dangkal tapi lebih dalam dari tipe Hawaii, tekanan gas sedang.
3. Tipe Volcano, ciri-cirinya : lava agak cair, terbentuk
awan debu berbentuk bunga kol, tekanan gas sedang. Contoh : Gunung Raung dan
Vesuvius.
4. Tipe Merapi, ciri-cirinya : lava agak kental, dapur
magma agak dangkal, tekanan gas rendah, terdapat sumbat lava dan kubah lava
5. Tipe Peele, ciri-cirinya : viskositas lava hampir sama
dengan tipe merapi, tekanan gasnya cukup besar, peletusan mendatar, Contoh :
Gunung Peele
6.
|
7. Tipe Perret, ciri-cirinya : tekanan gas sangat kuat,
lava encer, penyebab kaldera. Contoh : gunung krakatau.
3. Penyebab letusan pada gunung berapi
Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona
kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan
dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang
merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di
sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.
Gunung berapi
terbentuk dari magma, yaitu batuan cair yang terdalam di dalam bumi. Magma
terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi. Pada kedalaman tertentu,
suhu panas ini sangat tinggi sehingga mampu melelehkan batu-batuan di dalam bumi.
Saat batuan ini meleleh, dihasilkanlah gas yang kemudian bercampur dengan
magma. Sebagian besar magma terbentuk pada kedalaman 60 hingga 160 km di bawah
permukaan bumi. Sebagian lainnya terbentuk pada kedalaman 24 hingga 48 km.
Magma yang
mengandung gas, sedikit demi sedikit naik ke permukaan karena massanya yang
lebih ringan dibanding batu-batuan padat di sekelilingnya. Saat magma naik,
magma tersebut melelehkan batu-batuan di dekatnya sehingga terbentuklah kabin
yang besar pada kedalaman sekitar 3 km dari permukaan. Kabin magma (magma
chamber) inilah yang merupakan gudang (reservoir) darimana letusan
material-material vulkanik berasal.
|
Setelah gunung
berapi terbentuk, tidak semua magma yang muncul pada letusan berikutnya naik
sampai ke permukaan melalui lubang utama. Saat magma naik, sebagian mungkin
terpecah melalui retakan dinding atau bercabang melalui saluran yang lebih
kecil. Magma yang melalui saluran ini mungkin akan keluar melalui lubang lain
yang terbentuk pada sisi gunung, atau mungkin juga tetap berada di bawah permukaan.
4.
TANDA-TANDA GUNUNG AKAN MELETUS
1) munculnya asap putih tebal sekitar puncak gunung
2) gempa bumi tektonik (lindu)
3) hujan abu
4) suara gemuruh dipuncak gunung
5) hewan-hewan hutan di gunung turun ke pemukiman
penduduk
5.
Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
Ø Status Awas
ü Menandakan
gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang
menimbulkan bencana
ü Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
ü Letusan
berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
Tindakan
ü
|
ü Koordinasi
dilakukan secara harian
ü Piket
penuh
Ø Status
Siaga
ü Menandakan
gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
ü Peningkatan
intensif kegiatan seismik
ü Semua
data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju
pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
ü Jika
tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
Tindakan
ü Sosialisasi
di wilayah terancam
ü Penyiapan
sarana darurat
ü Koordinasi
harian
ü Piket
penuh
Ø Status
Waspada
ü Ada
aktivitas apa pun bentuknya
ü Terdapat
kenaikan aktivitas di atas level normal
ü Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis
lainnya
ü Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh
aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
Tindakan
ü Penyuluhan/sosialisasi
ü Penilaian
bahaya
ü Pengecekan
sarana
ü
|
Ø Status
Normal
ü Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
ü Level
aktivitas dasar
Tindakan
ü Pengamatan
rutin
ü Survei
dan penyelidikan
6.
Persiapan menghadapi Letusan gunung Berapi
ü mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang
aman untuk mengungsi
ü membuat perencanaan penanganan bencana
ü mempersiapkan pengungsian jika diperlukan
ü mempersiapkan kebutuhan dasar (pangan, pakaian alat
perlindungan)
Jika terjadi Letusan gunung Berapi
ü Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah
dan daerah aliran lahar
ü Di tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan
awan panas
ü Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan
ü Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh, seperti
baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya
ü Gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau
lainnya
ü Jangan memakai lensa kontak
ü Pakai masker atau kain menutupi mulut dan hidung
ü Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah
dengan kedua belah tangan.
|
Setelah terjadinya Letusan Gunung Berapi
ü jauhi wilayah yang terkena hujan abu
ü Bersihkan atap dari timbunan Abu, karena beratnya bisa
merusak ataun meruntuhkan atap bangunan
ü Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan
abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling hingga pengapian
7.
AKIBAT GUNUNG MELETUS
1)
leleran lava merupakan cairan lava yang pekat dan panas dapat merusak
segala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava tergantung dari
kekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka makin jauh jangkauan
alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar antara 800o 1200o C. Pada
umumnya di Indonesia, leleran lava yang dierupsikan gunungapi, komposisi magmanya
menengah sehingga pergerakannya cukup lamban sehingga manusia dapat
menghindarkan diri dari terjangannya.
2)
Aliran piroklastik (awan panas) dapat terjadi akibat runtuhan tiang asap
erupsi plinian, letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah
lava dan aliran pada permukaan tanah (surge). Aliran piroklastik sangat
dikontrol oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui daerah rendah atau
lembah. Mobilitas tinggi aliran piroklastik dipengaruhi oleh pelepasan gas dari
magma atau lava atau dari udara yang terpanaskan pada saat mengalir. Kecepatan
aliran dapat mencapai 150 250 km/jam dan jangkauan aliran dapat mencapai
puluhan kilometer walaupun bergerak di atas air/laut.
3)
|
4)
Lahar letusan terjadi pada gunungapi yang mempunyai danau kawah. Apabila
volume air alam kawah cukup besar akan menjadi ancaman langsung saat terjadi
letusan dengan menumpahkan lumpur panas.
5)
Gas vulkanik beracun umumnya muncul pada gunungapi aktif berupa CO, CO2,
HCN, H2S, SO2 dll, pada konsentrasi di atas ambang batas dapat membunuh
6)
lahar hujan terjadi apabila endapan material lepas hasil erupsi gunungapi
yang diendapkan pada puncak dan lereng, terangkut oleh hujan atau air
permukaan. Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yang sangat pekat sehingga
dapat mengangkut material berbagai ukuran. Bongkahan batu besar berdiameter
lebih dari 5 m dapat mengapung pada aliran lumpur ini. Lahar juga dapat merubah
topografi sungai yang dilaluinya dan merusak infrastruktur.
7)
banjir bandang terjadi akibat longsoran material vulkanik lama pada lereng
gunungapi karena jenuh air atau curah hujan cukup tinggi. Aliran Lumpur disini
tidak begitu pekat seperti lahar, tapi cukup membahayakan bagi penduduk yang
bekerja di sungai dengan tiba-tiba terjadi aliran lumpur.
8)
longsoran vulkanik dapat terjadi akibat letusan gunungapi, eksplosi uap
air, alterasi batuan pada tubuh gunungapi sehingga menjadi rapuh, atau terkena
gempabumi berintensitas kuat. Longsoran vulkanik ini jarang terjadi di
gunungapi secara umum sehingga dalam peta kawasan rawan bencana tidak
mencantumkan bahaya akibat Longsoran vulkani
|
8.
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIV AKIBAT GUNUNG MELETUS
Gunung berapi
merupakan gunung yang sewaktu – waktu bisa meletus. Di Indonesia terutama
dipulau jawa merupakan daerah yang banyak gunung berapinya. Adanya gunung api
ini member pengaruh bagi kehidupan, baik pengaruh positif maupun negatif.
Berikut merupakan penjelasan dampak positif atau menfaat
dari gunung berapi
1) Gunung api mengeluarkan abu vulkanis yang dapat
menyuburkan tanah
2) Material gunung api berupa batu, kerikil, dan pasir
dapat dimanfaatkan untuk bahan
bangunan
3) Magma yang telah membeku di permukaan bumi menyimpan
bermacam material logam atau bahan tambang, seperti emas dan perak
4) Kawasan gunung api bisa di
manfaatkan untuk lahan hutan, perkebunan dan pariwisata
Adapun dampak negative atau kerugian yang disebabkan
oleg gunung api adalah
1) Lafa pijar yang bercampur air pada kawah gunning api
membentuk lahar panas yang dapat meluncur menuruni lereng menghancurkan apaapun
tak terkecuali daerah pemukiman.
2) Lava dingin berupa aliran batu, kerikil, dan pasir
bertumpuk – tumpuk dipuncak gunung, pada saat tertentu akan meluncur menuruni
daerah yang dilalui dan menghancurkan apapun yang ada
3) Apabila gunung berapi dibawah permukaan laut meletus,
biasannya diikuti gelombang tsunami
4) Abu vulkanis yang membumbung tinggi keudara atau yang
sering disebut wedos gembel dapat mengganggu jalur penerbangan.
|
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki
banyak gunung berapi karena Indonesia berada di daerah pertemuan lempeng di dunia,
karena itu Indonesia merupakan tempatnya gunung berapi aktif yang tersebur
hamper di seluruh propinsi. Karena itu Indonesia tempat yang menyuguhkan banyak
sekali sumber bahan tambang baik itu emas, perak dan bahan-bahan tambang yang
lannya karena dari gunung api inilah berbagai tambang itu muncul.tetapi juga
gunung berapi juga merupakan salah satu bencana yang memakan banyak korban
jiwa, harta benda dan lain-lainya.
|
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Komik Gunung Berapi, media penanggulangan Bencana yang
dibuat oleh yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO,
USAID&masyarakat Indonesia.
![]() |


PEMERINTAH KABUPATEN DOMPU
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 PEKAT
Alamat : Jln.
Lintas Pasar Senin Desa Kadindi Barat Kec. Pekat -Dompu
MAKALAH
IPS GEOGRAFI
GUNUNG API
DISUSUN OLEH
KELOMPOK I
1. BAIQ NIRMAWATI
2. BAETUL JANNAH
3. ASTUTI
4. SYAIFUL
5. AGUS SUPRATMAN
6. JAYUSMAN
SMAN 3 PEKAT
2014
Langganan:
Postingan (Atom)
